Sunday, January 13, 2008

Negara Asing Makin Dominan di Indonesia

JAWA POS - RADAR JOGJA, Minggu 13 Januari 2008

JOGJA - Sekitar 1.500 anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) memadati Gedung Wana Bhakti Yasa Amongrogo, kemarin. Mereka mengikuti acara Refleksi Pergantian Tahun Hijriyah yang berlangsung pukul 08.00 hingga 12.00.

Pada refleksi bertema "Hentikan Kapitalisme dengan Syariah dan Khilafah, Menuju Indonesia Mandiri dan Sejahtera" ini disampaikan presentasi gagasan Islam untuk Indonesia Mandiri dan Sejahtera. Yakni, meliputi bidang politik, ekonomi, sainstek, dan hukum.

Acara ini juga menghadirkan mantan Ketua MPR RI Prof Dr HM Amien Rais MA. Di depan keluarga besar HTI, Amien menyampaikan makalah Dampak Kapitalisme terhadap Bangsa dan Tantangan Penerapan Islam.

"Tujuan acara ini antara lain untuk menjelaskan gagasan Islam dalam mengatasi dampak buruk kapitalisme dengan syariah dan khilafah," kata Ketua DPD I HTI DIJ Ir HM Rosyid Supriyadi MSi dalam sambutannya.

Tim Sosialisasi Bidang Politik dalam paparannya menyatakan, asing semakin dominan di Indonesia. Tim ini menyebutkan empat kekayaan alam yang pengelolaannya tidak terlepas dari tangan negara asing. Yakni kilang LNG Arum Aceh, Blok Cepu, Freeport, dan tambang tembaga di Nusa Tenggara.

Sementara itu berkait bidang pendidikan, HTI mengungkapkan sebanyak 33,9 juta anak Indonesia dilanggar hak pendidikannya. Dari jumlah ini, 11 juta anak berusia 7-8 tahun buta huruf. Bahkan, sama sekali tidak mengenyam bangku sekolah. Sisanya putus sekolah.

Berkait bidang ekonomi, HTI menilai pertumbuhan ekonomi selama tahun 2007 mencapai 6,3 persen. Laju inflasi mampu ditekan hingga 6,25 persen. Suku bunga rata-rata delapan persen.

"Sedangkan angka kemiskinan sebesar 37,17 juta. Turun sebesar 2,13 juta dibandingkan tahun 2006 yang berjumlah 39,9 juta," papar Ketua Tim Bidang Ekonomi Ir Dwi Condro Triono MAg.

HTI juga mengingatkan, penguasaan asing atas industri perbankan telah mencapai 44 persen. Penguasaan asuransi 45,09 persen. Lalu, kepemilikan asing pada industri telekomunikasi 69,85 persen. Penguasaan asing bidang pertambangan dan migas mencapai 90 persen. (uki)

2 comments:

masarcon said...

afwan, pak. mau bertanya berkenaan dengan fenomena kenaikan harga emas dunia, sejak adanya reksadana emas/logam mulia tahun 2003. berita lengkapnya di:

http://papabonbon.wordpress.com/2008/02/18/siapa-yang-bikin-emas-mahal/

dwicondro said...

Maaf, baru sempat jawab.
Mengenai kenaikan harga emas, harus dilihat hubungannya dengan nilai mata uang kertas. Dengan kata lain sesungguhnya yang jeblok dan semakin tidak bernilai itu adalah nilai kertasnya, bukan nilai emas yang terus mengalami kenaikan. Sedangkan nilai emas terhadap barang-barang komoditas itu relatif stabil. Insya Allah nilai emas tidak mengalami inflasi terhadap barang-barang komoditas.